GEREJA BANUA NIHA KERISO PROTESTAN

Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) adalah gereja Protestan denominasi Lutheran yang berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara. Injil pertama kali diperkenalkan oleh misi Katolik Prancis (1832–1835), lalu disebarkan oleh misi Protestan Jerman melalui Ernst Ludwig Denninger pada 27 September 1865, yang kini diperingati sebagai Hari Yubelium BNKP.

Pertumbuhan gereja di Nias berlangsung lambat hingga awal 1900-an, tetapi mengalami kebangunan rohani besar pada 1915–1920, dengan jumlah jemaat yang bertambah pesat. Pada 1936, Sinode BNKP pertama dibentuk. BNKP menjadi gereja terbesar di Nias, mencakup 60% penduduk, dan memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat.

Kini, BNKP telah berkembang ke berbagai kota besar di Indonesia. Selain pelayanan rohani, BNKP juga aktif dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial. Gereja ini mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat serta menjunjung Alkitab sebagai dasar iman.

Sejarah Gereja BNKP Jemaat Shalom

Bintaro, Jakarta Selatan

Pada tanggal 17 Juli 1960, BNKP Jemaat Jakarta terbentuk atas prakarsa putra putri Nias, warga BNKP yang berdomisili di Jakarta. Kemudian berkembang ke beberapa kota besar lainnya di pulau Jawa seperti BNKP Bandung dan BNKP Jemaat Surabaya. BNKP Jakarta terus menata pelayanannya, untuk mempermudah jangkauan maka terbentuklah kelompok pelayanan yang terdiri dari 5 wilayah sektor DKI Jakarta. BNKP Jakarta juga membentuk pos pelayanan yang bertujuan untuk menjangkau masyarakat Nias yang ada di sekitar Jabodetabek, salah satunya adalah terbentuknya Pos Pelayanan Ciputat, Bintaro, Ciledug dan sekitarnya.

Pada saat itu BNKP Jakarta, oleh Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) periode 1988-1992 memberikan mandat kepada Bapak Drs. Y. Harefa, BA (Ama Thomas Harefa) yang didampingi oleh Bapak T. Harefa (Ama Lia Harefa) untuk melakukan pendataan warga BNKP yang berdomisili di sekitar daerah Ciputat, Bintaro, Ciledug dan sekitarnya. Kelompok masyarakat ini kemudian mulai melakukan persekutuan Ibadah dan Doa, pada saat itu masih dilakukan di rumah-rumah jemaat. Dari persekutuan ini terus menumbuhkan persaudaraan dan kekeluargaan sesama anak Tuhan warga BNKP dan terlebih sesama suku Nias. Maka kelompok masyarakat ini terbentuk menjadi sebuah Pos Pelayaan BNKP Jakarta wilayah Ciputat, Bintaro, Ciledug dan sekitarnya, yang juga dikenal dengan nama Pos Pelayanan CBC, inilah cikal bakal BNKP Jemaat Shalom.

Pemilihan Majelis Pos Pelayanan

Berjalannya waktu, pada 29 Maret 1992 dibentuklah Majelis Jemaat yang dipimpin langsung oleh Sekretaris BPMJ BNKP Jakarta, oleh Bapak SNK. Drs. FA Lawölö (Ama Deni Lawölö), saat itu ibadah dipimpin oleh Ibu Pdt. M. Mendröfa, S.Th. Hasil keputusan memilih sembilan calon majelis, terdiri dari: SNK. Drs. Yamotani Harefa, B.A. (Ama Thomas Harefa); SNK. Anthoni Telaumbanua (Ama Vika Telaumbanua); SNK. Drs. Tönazaro Gea (Ama Delfi Gea); SNK. Ibezaro Zai (Ama Wenti Zai); SNK. Maria Ch. Harefa (Ina Lia Harefa); SNK. Nehemia Harefa (Ama Icha Harefa); SNK. Eliasa Zega (Ama Yemi Zega); Solului. Yason Harefa (Ama Sisca Harefa); dan Solului. Yusmar Laoli (Ama Ornella Laoli).

Peresmian Pos Pelayanan

Pada tanggal 3 Mei 1992, para calon majelis yang terdiri dari SNK dan Solului resmi dilantik dan diteguhkan oleh Pendeta Jemaat, Bapak Pdt. AR Gea, S.Th. bersama dengan Majelis Jemaat dari Sektor dan Pos Pos Pelayanan lainnya. Dengan demikian Pos Pelayanan BNKP Jakarta Wilayah Ciputat, Bintaro, Ciledug dan sekitarnya secara resmi berdiri pada hari itu.

Pemilihan Ketua Pos Pelayanan

Pada tanggal 10 Mei 1992 oleh Kepengurusan Kelompok Kerja, memutuskan Bapak Drs. Tönazaro Gea sebagai Ketua Pos Pelayanan. Kemudian seiring waktu, kegiatan pelayanan persekutuan ibadah dan doa di Pos Pelayan terus berlangsung, walaupun dihadapkan dengan berbagai dinamika tantangan, pos pelayanan ini terus berjalan atas pimpinan dan berkat Tuhan.

Penetapan Menjadi Jemaat Penuh

Sepuluh tahun kemudian setelah terbentuk menjadi Pos Pelayanan, oleh kasih karunia Tuhan, pada tanggal 5 Februari 2002 Pos Pelayanan Ciputat, Bintaro, Ciledug dan sekitarnya ditetapkan menjadi jemaat penuh oleh BPHMS BNKP dengan nama BNKP Jemaat Shalom dan sejak saat itu ibadah minggu dilaksanakan di Gedung Pastoral KODAM Bintaro dengan menyewa sampai sekarang.

BNKP Shalom Membentuk Pos Pelayanan

BNKP Shalom berhasil melakukan program pengembangan wilayah pelayanan, diantaranya:
1. Pos Pelayanan Parung Panjang, Bogor
Tidak lama setelah ditetapkan menjadi Jemaat Penuh pada tahun 2002, BNKP Shalom membentuk Pos Pelayanan Parung Panjang, bertujuan untuk menghimpun warga jemaat BNKP yang berdomisili di daerah Parung Panjang dan sekitarnya dalam ibadah persekutuan. Pos Pelayanan ini sempat beroperasi beberapa tahun namun kemudian berhenti karena alasan banyak warga masyarakat Nias pindah dari Parung Panjang ke wilayah lain.
2. Losu Pamulang
Pembentukan Losu Pamulang bertujuan untuk mengoptimalkan kegiatan pelayanan kepada jemaat yang berdomisili di daerah Pamulang dan sekitarnya. Karena lokasi ke Gereja Shalom berjauhan dan banyak jemaat yang tidak bisa beribadah pada pagi hari karena masih dalam jam kerja, sehingga para Majelis saat itu membentuk losu pamulang sebagai Kebaktian Sesi Kedua yang diadakan para sore hari dan bertempat di Pamulang. Losu Pamulang berkembang menjadi sebuah jemaat penuh yang saat ini dikenal dengan Gereja BNKP Jemaat Tangerang Selatan.

--Sejarah ini ditulis kembali yang diambil dari berbagai sumber, bila ada bagian yang tidak sesuai mohon untuk dapat mengirimkan pesan melalui email harkatchrist@gmail.com.
Ama Grace Zamasi, 23.03.2025